Aku mulai terbiasa ketika terabaikan,
menikmati setiap kesepian dan keterasingan yang mulai akrab akhir-akhir ini.
Mulai membenci setiap waktu yang menyatukan.
Kupilih menyepi karena berdua melelahkan, kau teramat 'benar' Aku,..?
tlah habis waktuku,
meski sekedar menarik ujung bibirku untuk sebuah senyuman.
bicaralah apa saja,
mungkin laguku yang tak kunjung berirama.
kelabunya syairku...
tak mungkin ku rangkai pelangi,
jika waktu slalu menghadirkan badai.
aku mulai bisu,...
tak teraba,dan tak merasa.
menjadi asing di duniaku sendiri,
mereka bicara tentang potret bahagia,
tentang kemashyuran ku dan dia, disudut ini,tak ada siapapun !
hanya aku,...
dengan sepi yang mulai membunuhku.
ketika angin tak lagi menyejukan,...pilu !.
Senja
Listen Qur'an
Bisikan Kalbu
Diposting oleh
Adam
di
Kamis, Desember 02, 2010
Kamis, 02 Desember 2010
Di malam panjang berdiam diri dalam sunyinya malam yang terbentang luas,,
diiringi sepinya masa yang telah dilalui
dengan kehadiran kesedihan dan kesunyian
terasa di jiwa tumbuh bayang-bayang keraguan
menyelimuti kalbu yang meragukan akan ketakwaan dan ketulusan diri
suara-suara ribut dalam jiwa telah terdengar di dasar kalbu
berbisik lirih meminta ampunan-Nya
berlinangkan sebuah air mata mendengarkan bisikan
yang berusaha meraih cinta dan kasih sayang-Nya
karena penderitaan dengan kehampaan
akibat kebisingan duniawi yang penuh dengan pesona keindahaannya
dengan penuh tawa dan tangis
yang menghiasi sepi dalam kesunyian
membuat sebuah penyakit batin yang ringan
untuk mencintai kesunyian.
dengan rasa gelisah di landa kekhawatiran
di atas lembaran kosong dalam catatan kehidupan
yang akan merasakan fana memisahkan jiwa
berbisik di kalbu akan dunia ini tak lebih untuk sebuah persinggahan..
diiringi sepinya masa yang telah dilalui
dengan kehadiran kesedihan dan kesunyian
terasa di jiwa tumbuh bayang-bayang keraguan
menyelimuti kalbu yang meragukan akan ketakwaan dan ketulusan diri
suara-suara ribut dalam jiwa telah terdengar di dasar kalbu
berbisik lirih meminta ampunan-Nya
berlinangkan sebuah air mata mendengarkan bisikan
yang berusaha meraih cinta dan kasih sayang-Nya
karena penderitaan dengan kehampaan
akibat kebisingan duniawi yang penuh dengan pesona keindahaannya
dengan penuh tawa dan tangis
yang menghiasi sepi dalam kesunyian
membuat sebuah penyakit batin yang ringan
untuk mencintai kesunyian.
dengan rasa gelisah di landa kekhawatiran
di atas lembaran kosong dalam catatan kehidupan
yang akan merasakan fana memisahkan jiwa
berbisik di kalbu akan dunia ini tak lebih untuk sebuah persinggahan..
Mendung
Diposting oleh
Adam
di
Kamis, Desember 02, 2010
Mendung mulai singgap di atas langit desaku ...
seakan membawa berita hujan akan turun,,
tp ahh,, mendung tak selamanya hujan kan??
biarlah ku disini menantikannya
ditemani kicauan burung yang hinggap di atas ranting-rainting pohon itu..
coba dengar !!
burung itu mencoba menyanyi dengan alunan suci,, membuatku terbawa dengan alunannya..
menjadikanku tak mampu berkata ...
indah,, ya indah yang ku rasa saat ini
mendung saja enggan beranjak pergi .. mungkin saja karna ingin mendengarkan alunan suci itu...
dingin angin pun ikut mengiringinya ..
seolah mengajak menari di atas awan
biarlah hujan yang akan menghentikannya ...
seakan membawa berita hujan akan turun,,
tp ahh,, mendung tak selamanya hujan kan??
biarlah ku disini menantikannya
ditemani kicauan burung yang hinggap di atas ranting-rainting pohon itu..
coba dengar !!
burung itu mencoba menyanyi dengan alunan suci,, membuatku terbawa dengan alunannya..
menjadikanku tak mampu berkata ...
indah,, ya indah yang ku rasa saat ini
mendung saja enggan beranjak pergi .. mungkin saja karna ingin mendengarkan alunan suci itu...
dingin angin pun ikut mengiringinya ..
seolah mengajak menari di atas awan
biarlah hujan yang akan menghentikannya ...
Langganan:
Postingan (Atom)
Al-Qur'an :
Hadist Today :
Kata-kata Hikmah
Facebook Badge
Followers
Blog Archive
Snow
^_^
About
senja menyapa. Diberdayakan oleh Blogger.


